SUMBAWA — Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa melalui penyaluran bantuan kepada korban bencana kebakaran di Desa Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kamis, 1 Oktober 2026.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Ismail Hamid, warga Desa Rhee Loka yang menjadi korban bencana kebakaran. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si., didampingi oleh amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Sumbawa.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan BAZNAS Sumbawa juga didampingi oleh Sekretaris Desa Rhee Loka, I Nyoman Andriani, A.Md.Kom., sebagai bentuk sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah desa dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sumbawa untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi bencana yang berdampak terhadap kehidupan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Ismail Hamid merupakan seorang pensiunan yang saat ini tinggal bersama istri dan anaknya. Di tengah kondisi kehidupannya yang tidak lagi aktif bekerja seperti sebelumnya, keluarga tersebut harus menghadapi cobaan berupa bencana kebakaran yang menimpa tempat tinggal mereka.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat karena Ismail Hamid saat ini sedang mengalami stroke, sehingga aktivitas dan kondisi kesehariannya turut mengalami keterbatasan. Di tengah situasi tersebut, musibah kebakaran menjadi ujian tersendiri bagi keluarga yang harus menghadapi kerugian dan kebutuhan yang muncul setelah kejadian tersebut.
Bagi keluarga Ismail Hamid, bencana kebakaran bukan hanya menyisakan kerugian secara materi, tetapi juga menghadirkan beban emosional dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Dalam kondisi seperti ini, perhatian dan bantuan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti untuk memberikan dukungan kepada keluarga agar dapat melewati masa sulit tersebut.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui penyaluran bantuan diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga Ismail Hamid dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian yang bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan pendayagunaan dana ZIS.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Menurutnya, bencana dapat datang tanpa diduga dan memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika ada masyarakat yang mengalami musibah, kepedulian bersama menjadi sangat penting.
BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat terus berupaya agar dana yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat, termasuk dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Penyaluran bantuan kepada keluarga Ismail Hamid menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Bantuan yang diberikan memang tidak serta-merta dapat menghapus seluruh dampak yang ditimbulkan oleh bencana, namun diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah desa. Kehadiran Sekdes Rhee Loka, I Nyoman Andriani, A.Md.Kom., dalam penyerahan bantuan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat yang mengalami musibah mendapatkan perhatian.
Pemerintah desa memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya. Sementara itu, BAZNAS memiliki amanah untuk menghimpun dan mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi penting agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam konteks kebencanaan, koordinasi antara lembaga pengelola ZIS, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepedulian sosial.
Menerima bantuan tersebut, Ismail Hamid bersama keluarganya menyampaikan rasa terima kasih dan syukur kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada keluarganya.
Bagi keluarga Ismail Hamid, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti di tengah kondisi yang sedang mereka hadapi. Mereka menyadari bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari kebaikan para muzaki, munfik, dan mutashaddiq yang telah mempercayakan dana ZIS mereka melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa.
Kepercayaan masyarakat tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai bentuk bantuan yang disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang menjadi korban bencana. Keluarga Ismail Hamid berharap bantuan yang diterima dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat untuk kembali menjalani kehidupan setelah musibah yang mereka alami.
Penyaluran bantuan korban kebakaran di Desa Rhee Loka kembali menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Ketika masyarakat menunaikan ZIS melalui BAZNAS, dana tersebut dihimpun dan dikelola untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program dan kegiatan.
Dalam situasi bencana, bantuan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk respons sosial untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah. Setiap bantuan yang disalurkan tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Semangat tersebut sejalan dengan GERAS BERKAT (Gerakan Sumbawa Berzakat) yang mengajak masyarakat Sumbawa untuk bersama-sama membangun kesadaran berzakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Musibah yang dialami keluarga Ismail Hamid menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat tidak terlepas dari berbagai ujian dan kondisi yang terkadang berada di luar kemampuan seseorang untuk menghindarinya. Ketika musibah terjadi, masyarakat membutuhkan dukungan yang dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari perhatian, doa, bantuan tenaga, hingga bantuan materi.
BAZNAS Kabupaten Sumbawa berupaya mengambil bagian dalam semangat gotong royong tersebut melalui pendayagunaan dana ZIS. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat bukan hanya ketika masyarakat sedang merayakan keberhasilan, tetapi juga ketika ada saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan.
Bantuan kepada korban kebakaran di Desa Rhee Loka menjadi salah satu wujud dari komitmen tersebut. Melalui bantuan yang disalurkan, diharapkan keluarga Ismail Hamid dapat memperoleh sedikit ruang untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah musibah yang terjadi.
BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus terus dijaga dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Setiap dana ZIS yang dititipkan masyarakat memiliki potensi untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain. Di satu tempat, ZIS dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi. Di tempat lain, dapat membantu biaya kesehatan, pendidikan, kebutuhan dasar, pembangunan hunian layak, hingga masyarakat yang terdampak bencana.
Kisah keluarga Ismail Hamid di Desa Rhee Loka menjadi salah satu gambaran bagaimana kepedulian para muzaki dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Dari tangan orang-orang yang menunaikan zakat, berinfak, dan bersedekah, lahir harapan bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan.
Karena itu, semangat berbagi perlu terus diperkuat. ZIS bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan manfaat dan menguatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Penyerahan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Rhee Loka menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam menghadirkan manfaat ZIS di berbagai wilayah. Melalui program dan penyaluran bantuan yang dilakukan, BAZNAS terus berupaya memastikan bahwa dana yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan dampak bagi mereka yang berhak menerima.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. BAZNAS tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah desa, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Dengan kebersamaan tersebut, semangat GERAS BERKAT — Gerakan Sumbawa Berzakat diharapkan semakin kuat dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Bagi keluarga Ismail Hamid, bantuan yang diterima mungkin menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang untuk kembali bangkit setelah musibah. Namun, bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, sebuah bantuan yang datang di waktu yang tepat dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian.
Ada kepedulian. Ada kebersamaan. Ada tangan-tangan yang membantu. Dan di situlah nilai ZIS hadir, bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai jalan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama.
