Kegiatan BAZNAS

BAZNAS Sumbawa Gelar Rakor dan Rapat Teknis Program MAHYANI 2026, Bahas Standar Pembangunan Rumah La

🕒 14:01:05 WITA
⏱️ 7 menit baca
👁️ 42 kali dikunjungi

SUMBAWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan rapat koordinasi dan rapat teknis pelaksanaan Program MAHYANI (Rumah Layak Huni) Tahun 2026 bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Meeting Room BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan Program MAHYANI agar berjalan terarah, tepat sasaran, dan sesuai dengan standar pembangunan rumah layak huni yang telah ditetapkan BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Melalui koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai teknis pembangunan, pembagian peran, serta dukungan yang diperlukan selama program berlangsung.

Rapat tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov., bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si., Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.SD., serta Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si.

Turut hadir Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa Dr. Supriyadi, MHI, serta Kepala Bidang P3IMAS BAZNAS Kabupaten Sumbawa Pahriyadi, S.AP., yang bertindak sebagai penanggung jawab Program MAHYANI Tahun 2026.

Dari unsur pemerintah wilayah, hadir Camat Moyo Hilir Widodo, S.T., M.Si., Kepala Desa Poto Fathul Muin, Lurah Pekat Arie Afrilian, S.E., serta Edhie Sugianto, A.Md. Pertemuan tersebut juga diikuti para penerima manfaat Program MAHYANI yang akan menerima bantuan pembangunan rumah layak huni.

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada teknis pelaksanaan Program MAHYANI, terutama mengenai tahapan pembangunan, koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah wilayah, serta standar rumah layak huni yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program. Pembahasan ini diperlukan agar proses pembangunan dapat dipersiapkan secara matang dan sesuai dengan kebutuhan keluarga penerima manfaat.

Standar pembangunan menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat teknis tersebut. Rumah yang dibangun melalui program BAZNAS diharapkan tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar penghuni, memberikan rasa aman dan nyaman, serta mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan layak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov., menekankan pentingnya menjaga amanah dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS. Menurutnya, pelaksanaan program harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Program MAHYANI ini merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, kami ingin seluruh prosesnya dilakukan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran,” demikian draf pernyataan Ketua BAZNAS Sumbawa.

Ia juga berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat koordinasi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta penerima manfaat. Kesamaan pemahaman dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan lancar dan setiap tahapan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

“Kami berharap melalui pertemuan ini ada kesamaan pemahaman antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta penerima manfaat. Kita ingin rumah yang dibangun nantinya benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman serta menjadi bagian dari peningkatan kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat,” lanjut draf pernyataan tersebut.

Dari unsur pemerintah wilayah, Camat Moyo Hilir, Widodo, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian BAZNAS Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan rumah layak huni. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi warga yang memerlukan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir tentu sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian BAZNAS Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat kami. Bantuan rumah layak huni ini sangat berarti bagi penerima manfaat. Mudah-mudahan dengan adanya program ini, masyarakat yang menerima bantuan bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman,” demikian draf pernyataan Camat Moyo Hilir.

Widodo juga berharap koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah wilayah terus terjalin dengan baik sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai rencana. Dukungan dari pemerintah setempat diharapkan dapat membantu kelancaran proses pembangunan dan memastikan kebutuhan penerima manfaat mendapat perhatian.

Apresiasi serupa juga disampaikan dari unsur pemerintah desa. Kepala Desa Poto, Fathul Muin, menyambut baik pelaksanaan Program MAHYANI yang memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak.

“Kami sangat mengapresiasi adanya Program MAHYANI dari BAZNAS Sumbawa. Bagi masyarakat yang mendapatkan bantuan, rumah layak huni ini tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kami dari pemerintah desa siap membantu dan berkoordinasi agar proses pelaksanaannya dapat berjalan lancar,” demikian draf pernyataan Kepala Desa Poto.

Ia juga berharap pembangunan rumah nantinya memperhatikan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat sehingga hasilnya dapat digunakan dalam jangka panjang. Menurut draf pernyataannya, koordinasi sejak awal menjadi langkah penting untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul di lapangan.

Sementara itu, Lurah Pekat, Arie Afrilian, S.E., menyambut positif sinergi yang dibangun BAZNAS bersama pemerintah kelurahan. Menurutnya, keterlibatan pemerintah wilayah diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik program ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Tentunya kami sangat mendukung dan siap bersinergi dengan BAZNAS dalam proses pelaksanaan di lapangan,” demikian draf pernyataan Lurah Pekat.

Ia berharap komunikasi antara BAZNAS, pemerintah kelurahan, dan penerima manfaat terus terjaga agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama.

Dalam rapat tersebut, Edhie Sugianto, A.Md., juga dapat memberikan penekanan pada pentingnya koordinasi teknis sebelum pembangunan dimulai. Pembahasan bersama dinilai dapat membantu seluruh pihak memahami kebutuhan program dan mempersiapkan pelaksanaan di lapangan dengan lebih baik.

“Pertemuan seperti ini sangat penting karena kita bisa membicarakan teknis pelaksanaan sejak awal. Dengan adanya koordinasi bersama, hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan rumah bisa dipahami oleh semua pihak dan diharapkan tidak ada kendala berarti ketika pelaksanaan dimulai,” demikian draf kutipan yang dapat dikonfirmasi kepada Edhie Sugianto.

Selain membahas standar pembangunan, rapat tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah desa dan kelurahan untuk menyampaikan saran serta masukan terkait kondisi wilayah, kebutuhan penerima manfaat, dan berbagai hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan pembangunan. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan program agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kepala Bidang P3IMAS BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Pahriyadi, S.AP., selaku penanggung jawab Program MAHYANI, menempatkan koordinasi teknis sebagai bagian penting dari persiapan pelaksanaan program. Kesamaan pemahaman mengenai standar rumah layak huni, tahapan pembangunan, dan komunikasi dengan penerima manfaat diharapkan dapat membantu pelaksanaan program berjalan lebih efektif.

“Pertemuan ini kita lakukan untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan Program MAHYANI, terutama terkait teknis pembangunan dan standar rumah layak huni yang ditetapkan BAZNAS. Kami ingin memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan penerima manfaat,” demikian draf pernyataan Pahriyadi.

Ia juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, aspek kelayakan rumah dan koordinasi dengan pemerintah setempat perlu menjadi perhatian sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pembangunan.

“Tentunya kami tidak ingin hanya membangun rumah, tetapi bagaimana rumah tersebut benar-benar layak, aman, dan memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat. Karena ini merupakan amanah dana ZIS masyarakat, maka pelaksanaannya harus kita jaga bersama,” lanjut draf pernyataan tersebut.

Melalui rapat koordinasi dan rapat teknis ini, BAZNAS Sumbawa berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta penerima manfaat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan rumah layak huni.

Program MAHYANI merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Melalui bantuan ini, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat.

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang baik dalam pelaksanaan Program MAHYANI Tahun 2026. Dengan koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta dukungan pemerintah wilayah, pembangunan rumah diharapkan dapat berjalan tertib, sesuai standar, dan memberikan hasil yang optimal.

Pada akhirnya, rumah yang dibangun melalui Program MAHYANI diharapkan tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi pemerintah tersebut. Dukungan para muzaki, munfik, dan mutashaddiq menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat berbagai program BAZNAS, termasuk penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Rekomendasi Untuk Anda