Sumbawa – BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus memperkuat langkah strategis dalam mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui sinergi dengan pemerintah desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Optimalisasi Pengelolaan ZIS bersama seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu yang diselenggarakan di Kantor Desa Batu Tering, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah rangkaian pendistribusian Program 100 Mustahik per Desa di Masjid At-Taqwa, Desa Batu Tering selesai dilaksanakan. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan pemerintah desa dalam rangka memperkuat penghimpunan dana ZIS sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Rapat dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa, yakni Ketua Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., Wakil Ketua I Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma., Pd.Sd., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si., Sekretaris Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I., serta para staf amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Hadir pula seluruh kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu sebagai mitra strategis dalam penguatan gerakan zakat di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Menurutnya, potensi ZIS di tingkat desa sangat besar apabila dikelola melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan BAZNAS.
Ia menjelaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga merupakan instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan ZIS harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah desa.
"Semakin besar dana zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dihimpun melalui BAZNAS, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Dana tersebut akan kembali kepada umat dalam bentuk berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, kemanusiaan, maupun bantuan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan mustahik," ujar Ketua BAZNAS.
Suasana rapat berlangsung dinamis dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh kepala desa yang hadir terlibat aktif dalam sesi diskusi bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Berbagai potensi penghimpunan ZIS di masing-masing desa menjadi bahan pembahasan, mulai dari strategi meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat edukasi tentang kewajiban zakat, hingga membangun mekanisme koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah desa dan BAZNAS.
Dalam forum tersebut, para kepala desa juga menyampaikan berbagai kondisi dan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing sebagai bahan masukan bagi BAZNAS dalam menyusun strategi penghimpunan yang lebih tepat sasaran. Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif, sehingga menghasilkan berbagai gagasan yang diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat gerakan zakat di Kecamatan Moyo Hulu.
Selain membahas strategi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sumbawa turut memaparkan perkembangan berbagai program pendayagunaan dana ZIS yang telah dilaksanakan selama ini. Salah satunya adalah Program 100 Mustahik per Desa, yang pada hari yang sama telah disalurkan kepada masyarakat di Desa Batu Tering. Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzakki dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat.
Pimpinan BAZNAS juga menjelaskan bahwa semakin meningkatnya penghimpunan dana ZIS akan berdampak langsung pada semakin luasnya jangkauan program yang dapat diberikan kepada masyarakat. Tidak hanya bantuan konsumtif, tetapi juga berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pembangunan rumah layak huni, bantuan usaha produktif, serta berbagai program sosial lainnya yang bertujuan meningkatkan kemandirian mustahik.
Melalui forum ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah desa dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kecamatan Moyo Hulu. Sinergi yang kuat diyakini menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan penghimpunan ZIS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Rapat optimalisasi ini juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam memperluas jaringan kemitraan dengan pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah desa, diharapkan edukasi mengenai pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat dusun.
BAZNAS Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus membangun tata kelola zakat yang amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah desa, potensi ZIS di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
